Penjelasan Mendalam
1. Tujuan & Nilai Tambah
Babylon mengatasi keterbatasan Bitcoin yang selama ini hanya berfungsi sebagai penyimpan nilai dengan menghadirkan staking non-kustodial. Pemegang BTC dapat melakukan staking langsung di blockchain Bitcoin untuk mengamankan jaringan eksternal (seperti Ethereum rollups atau jaringan Cosmos) dan mendapatkan imbalan dalam bentuk BABY. Ini menjadikan Bitcoin sebagai lapisan keamanan yang dapat digunakan ulang, meningkatkan keamanan jaringan PoS sekaligus memungkinkan pemegang BTC memperoleh hasil tanpa risiko kustodi.
2. Teknologi & Arsitektur
Dibangun menggunakan Cosmos SDK, Babylon Genesis (jaringan utama Babylon) berfungsi sebagai kontrol pusat untuk distribusi keamanan. Inovasi utama meliputi:
- Kontrak Time-Lock: Skrip Bitcoin yang mengunci BTC untuk staking tanpa memindahkan kepemilikan.
- Model Keamanan Bersama: Validator di jaringan yang terhubung (“Bitcoin Secured Networks”) mendapatkan jaminan finalitas dari BTC yang distake.
- Kompatibilitas EVM: Mendukung alat-alat Ethereum untuk aplikasi DeFi, menjembatani likuiditas Bitcoin ke smart contract.
3. Tokenomik & Tata Kelola
BABY memiliki tiga fungsi utama:
- Biaya Gas: Digunakan untuk membayar transaksi di Babylon Genesis.
- Tata Kelola: Memungkinkan pemegang token memberikan suara untuk pembaruan protokol, tingkat inflasi, dan alokasi dana.
- Hadiah Staking: 4% dari inflasi tahunan BABY sebesar 8% diberikan kepada para staker.
Pasokan token dibatasi maksimal 10 miliar, dengan 30,5% dialokasikan untuk investor awal dan 15% untuk komunitas. Sebuah proposal Juli 2025 memperkenalkan mekanisme pembakaran token menggunakan hadiah BSN untuk mengendalikan inflasi.
Kesimpulan
Babylon menghadirkan konsep baru dengan menjadikan Bitcoin sebagai lapisan keamanan yang dapat diprogram, di mana BABY berperan sebagai mesin ekonomi untuk tata kelola dan insentif ekosistem. Dengan menghubungkan kapitalisasi pasar Bitcoin sebesar $2,2 triliun ke dunia DeFi, apakah Babylon bisa menjadi tulang punggung ekonomi BTCFi yang baru?