Penjelasan Mendalam
1. Tujuan & Nilai yang Ditawarkan
Mantle bertujuan menjembatani TradFi dan DeFi dengan menyediakan infrastruktur yang sesuai regulasi dan dapat diskalakan untuk tokenisasi aset dunia nyata (RWA) serta adopsi institusional. Produk unggulannya, UR Bank, adalah neobank crypto-first yang memungkinkan akun fiat/crypto terpadu, kartu debit, dan strategi hasil investasi. Kerja sama seperti dengan Republic Technologies (yang memegang mETH di neracanya) menegaskan fokus Mantle pada integrasi keuangan yang diatur secara ketat.
2. Teknologi & Arsitektur
Mantle menggunakan desain modular:
- Execution Layer: Optimistic rollups untuk transaksi cepat dan biaya rendah.
- Data Availability: EigenDA, solusi penyimpanan data terdesentralisasi, mengurangi biaya sekitar 90% dibandingkan Ethereum L1.
- Inovasi ZK: Mengintegrasikan zkVM dari Succinct untuk bukti privasi yang fokus pada keamanan data.
Arsitektur ini mendukung kompatibilitas Ethereum Virtual Machine (EVM), sehingga pengembang dapat memindahkan dApps dengan mudah.
3. Tokenomik & Tata Kelola
Desain MNT menekankan fleksibilitas:
- Kemampuan Upgrade: Tata kelola dapat menyesuaikan fungsi token (misalnya, hadiah staking) melalui proxy contract.
- Pasokan Terkontrol: Pencetakan token dibatasi 0% per tahun secara default, namun dapat diubah melalui proposal, mirip dengan model Arbitrum.
- Bahan Bakar Ekosistem: Digunakan untuk biaya gas, voting tata kelola, dan staking dalam produk seperti mETH Protocol (TVL puncak $2,19 miliar).
Kesimpulan
Mantle memposisikan dirinya sebagai ekosistem blockchain hybrid yang menargetkan adopsi massal melalui kompatibilitas TradFi, teknologi modular, dan produk yang menghasilkan hasil investasi. Kemitraan strategisnya (misalnya dengan Bybit, Arkham) dan fokus pada RWA menimbulkan pertanyaan penting: Bisakah Mantle menjadi infrastruktur utama untuk tokenisasi aset dunia nyata secara besar-besaran?