Penjelasan Mendalam
1. Integrasi dengan It Remains (13 Agustus 2025)
Gambaran Umum
SKALE bekerja sama dengan "It Remains," sebuah franchise transmedia, untuk menghadirkan pengalaman AR/VR tanpa biaya gas dan tata kelola berbasis NFT. Integrasi ini memanfaatkan rantai SKALE yang kompatibel dengan EVM, yang telah memproses lebih dari 681 juta transaksi dari lebih 3 juta dompet.
Maknanya
Ini merupakan kabar positif bagi SKL karena menunjukkan kemampuan skalabilitasnya untuk hiburan mainstream, yang berpotensi mempercepat adopsi Web3. Namun, lonjakan harga sebesar 170% sebelum berita ini menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan kenaikan tersebut (Crypto.News).
2. Migrasi Testnet ke Hoodi (25 Juli 2025)
Gambaran Umum
SKALE memindahkan testnet Ethereum-nya dari Holesky ke Hoodi, yang memungkinkan otomatisasi transfer data dan menjaga kondisi on-chain. Peningkatan ini mempersiapkan pergeseran SKALE Manager ke FAIR Blockchain, yang akan meningkatkan desentralisasi.
Maknanya
Langkah ini bersifat netral hingga positif karena memperkuat infrastruktur bagi para pengembang, meskipun belum berdampak langsung pada harga. Transisi yang mulus ini meminimalkan gangguan bagi para pembangun, sejalan dengan tujuan skalabilitas jangka panjang (SKALE Network).
3. Peringatan Overbought (14 Agustus 2025)
Gambaran Umum
RSI SKL mencapai angka 86 setelah harga naik ke $0,052 pada 14 Agustus, tertinggi sejak Februari 2025. Para analis memperingatkan kemungkinan penurunan harga hingga 40% ke level $0,027, dengan alasan pola "sell-the-news" dan tren bearish Bitcoin setelah data inflasi AS.
Maknanya
Ini merupakan sinyal negatif jangka pendek karena momentum yang terlalu panas bertentangan dengan kehati-hatian pasar secara umum. Para trader disarankan memantau level support di $0,027, yang juga merupakan puncak harga pada Mei dan Juli (Crypto.News).
Kesimpulan
Kemitraan kelas Hollywood dan peningkatan infrastruktur SKALE menunjukkan adopsi yang terus berkembang, namun indikator teknis mengindikasikan kemungkinan gejolak dalam waktu dekat. Apakah pertumbuhan transaksi jaringan (lebih dari 320 juta di kuartal kedua) akan mampu menahan tekanan profit-taking?