Penjelasan Mendalam
1. Payment ID Menjadi Multichain (20 Juni 2025)
Gambaran:
Dompet Enkrypt mengintegrasikan Payment ID dari SPACE ID, memungkinkan transfer lintas rantai ke bursa terpusat (CEX) menggunakan alias sederhana (misalnya, “alice”) menggantikan alamat panjang 42 karakter. Sistem ini hanya memerlukan pendaftaran email dan mendukung domain .bnb/.arb.
Maknanya:
Hal ini mengurangi risiko kesalahan pengguna dan menjembatani kesenjangan pengalaman pengguna antara Web2 dan Web3, yang berpotensi meningkatkan kegunaan token ID seiring bertambahnya pengguna dompet. Namun, persaingan dari integrasi .crypto milik Unstoppable Domains mengurangi keunggulan eksklusivitas.
(CoinMarketCap)
2. Integrasi Domain Universal (19 Agustus 2025)
Gambaran:
Domain SPACE ID kini berfungsi sebagai pengenal tunggal yang dapat digunakan di lebih dari 24 jaringan, termasuk BNB Chain, Arbitrum, serta jaringan baru seperti Taiko dan Manta. Penjelajah blok seperti BscScan menampilkan alamat .bnb secara native.
Maknanya:
Interoperabilitas lintas rantai yang lebih baik memperkuat posisi SPACE ID sebagai standar penamaan di Web3, meskipun adopsi bergantung pada kemitraan dengan dApp. Dengan 6,7 juta domain terdaftar, efek jaringan ini dapat mendorong nilai jangka panjang.
(SPACE ID)
3. Rekap Pencapaian Semester 1 2025 (29 Juli 2025)
Gambaran:
Pencapaian semester pertama meliputi integrasi oracle Chainlink untuk data domain real-time, dukungan domain Gravity Chain, dan ekspansi ke lebih dari 200 dApp. Payment ID telah memproses sekitar 480 ribu transaksi sejak peluncuran pada April.
Maknanya:
Pelaksanaan roadmap produk menunjukkan kredibilitas teknis, meskipun harga ID turun 22% tahun ini mencerminkan tantangan pasar altcoin secara umum. Integrasi Chainlink dapat membuka penggunaan DeFi seperti pinjaman dengan jaminan domain.
(SPACE ID)
Kesimpulan
SPACE ID terus menjalankan visi identitas multichain melalui integrasi strategis, meskipun kondisi makro dan pengawasan regulasi (misalnya, usulan ID digital dari Departemen Keuangan AS) menjadi tantangan ganda. Akankah dorongan Web3 untuk infrastruktur yang ramah pengguna mampu mengatasi hambatan regulasi?