Analisis Mendalam
1. Kelemahan Teknis (Dampak Bearish)
Gambaran:
Harga T turun di bawah SMA 7 hari ($0,0163) dan SMA 30 hari ($0,0169), dengan histogram MACD yang berubah negatif (-0,0000496). RSI14 berada di angka 42,4 yang menunjukkan momentum melemah, namun belum dalam kondisi oversold.
Arti dari ini:
Penurunan di bawah level psikologis $0,0165 kemungkinan memicu stop-loss dari trader jangka pendek. Dengan harga sekarang di bawah semua rata-rata pergerakan utama (7D/30D/200D), trader yang mengandalkan grafik mungkin melihat peluang kenaikan terbatas sampai resistance di $0,0163 berhasil ditembus kembali.
2. Penurunan Likuiditas Altcoin (Dampak Campuran)
Gambaran:
Dominasi Bitcoin naik 0,46% menjadi 57,63% dalam 24 jam, sementara Altcoin Season Index turun ke 42 (-4,55% harian). Volume derivatif kripto naik 57% dibandingkan kenaikan 56% pada pasar spot, menunjukkan rotasi modal ke posisi leverage BTC.
Arti dari ini:
Penurunan T sebesar -2,06% yang lebih besar dari penurunan pasar kripto total -1,4% mencerminkan sensitivitas altcoin terhadap pergeseran dominasi BTC. Korelasi 30 hari antara T dan BTC sebesar 0,89, artinya pergerakan BTC turun -1,1% kemungkinan memperbesar penurunan T.
Kesimpulan
Penurunan Threshold mencerminkan memburuknya kondisi teknis yang dipadukan dengan kelemahan sektor altcoin secara luas, diperparah oleh likuiditas yang tipis (rasio perputaran 6,08%). Meskipun fundamental proyek tetap terkait dengan adopsi tBTC di jaringan seperti Sui, aksi harga jangka pendek tampaknya dipengaruhi oleh aliran modal makro di pasar kripto.
Pantauan utama: Apakah T dapat bertahan di level retracement Fibonacci 78,6% di $0,01653? Penutupan di bawah level ini bisa mengarah ke target terendah pada Juli 2025 di $0,015459.